Tuesday, March 19, 2019

Materi Teori Organisasi : Penyehatan Patologi Organisasi


PENYEHATAN PATOLOGI ORGANISASI

Organisasi sebagai suatu sistem yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan-lingkungannya mengakibatkan organisasi mudah diserang penyakit. Penyakit yang menyerang organisasi dinamakan patologi organisasi. Jadi patologi organisasi adalah penyakit penyakit yang menyerang atau terdapat di dalam organisasi yang dapat menghambat bahkan mematikan organisasi. Setiap organisasi pasti akan mengalami patologi organisasi, terlepas dari besar atau kecilnya organisasi dan sudah lama atau barunya organisasi. 
Patologi yang menyerang organisasi pada awalnya tidak begitu mengganggu jalannya kegiatan organisasi. Namun lama kelamaan apabila terus dibiarkan maka patologi organisasi akan berkembang dan menyebar keseluruh bagian organisasi sehingga akan menjadi penghambat organisasi, bahkan dapat melumpuhkan kegiatan organisasi ataupun kematian pada organisasi.
Agar organisasi tidak terhambat, lumpuh bahkan mati karena patologi yang menyerang organisasi, maka diperlukan upaya penyehatan terhadap patologi yang menyerang organisasi. Penyehatan organisasi menurut Dewi, (2014:4) adalah penyelesaian berbagai permasalahan terkait kinerja organisasi. Jadi pada dasarnya, penyehatan patologi organisasi maksudnya adalah melakukan penyehatan, pemberian solusi, perbaikan masalah dan penyelesaian masalah atau penyakit yang menyerang tubuh organisasi guna tercapainya kinerja organisasi yang baik.
Penyehataan terhadap patologi organisasi dapat dilakukan dengan beberapa upaya, adapun upaya penyehatan patologi organisasi tersebut adalah
a.    Restrukturisasi Organisasi
Restrukturisasi organisasi adalah upaya yang dilakukan suatu organisasi untuk mengubah dan merancang kembali desain struktur organisasi guna memperjelas pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Hal ini sebagaimana dimaksud oleh Fikri, dkk (2015:3) bahwa restrukturisasi organisasi adalah perubahan struktur organisasi yang memiliki tujuan untuk memperbaiki kekurangan dari struktur lama dengan cara menyusun ulang aset perusahaan, pendanaan perusahaan atau apa saja yang merupakan kekayaan dan dalam kendali korporat.
Dalam penerapannya, restrukturisasi yang terjadi pada organisasi terdiri dari beberapa jenis, adapun jenis restrukturisasi organisasi menurut Bramantyo, (2004:24) adalah
1.    Restrukturisasi portofolio atau aset
Restrukturisasi portofolio atau aset adalah penyusunan portofolio perusahaan suaya kinerja perusahaan menjadi lebih baik.
2.    Restrukturisasi keuangan atau modal
Restrukturisasi keuangan atau modal adalah penyusunan ulang komposisi modal perusahaan supaya kinerja perusahaan menjadi lebih baik.
3.    Restrukturisasi manajemen dan organisasi
Restrukturisasi manajemen dan organisasi adalah penyusunan ulang komposisi manajemen, struktur organisasi, pembagian kerja, sistem operasional, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah managerial dan organisasi.
Pada upaya penyehatan patologi organisasi, yang lebih ditekankan menurut penulis adalah restrukturisasi pada manajemen dan organisasi. Hal ini bukan berarti mengesampingkan restrukturisasi pada aspek portofolio dan keuangan. Tetapi pada dasarnya yang banyak diserang patologi organisasi adalah pada aspek manajemen dan organisasinya. Sehingga dengan dilakukannya restrukturisasi organisasi dan manajemen maka patologi organisasi yang menyerang struktur organisasi seperti tujuan organisasi telah ditetapkan namun pencapaiannya tidak dirumuskan dengan baik dan jelas, tidak seimbangnya tanggung jawab dengan wewenang, dan pembagian tugas dan wewenang yang tidak jelas dapat di sehatkan atau diperbaiki.

b.    Pengembangan Organisasi
Pengembangan organisasi menurut Burke (1998) dalam Winardi, (2017:198) adalah sebuah proses perubahan yang direncanakan didalam kultur suatu organisasi, melalui pemanfaatan teknologi ilmu behavioral, riset dan teknologi. Dengan adanya pengembangan organisasi maka suatu organisasi akan mengalami peningkatan efektifitas, permasalahan-permasalahan keorganisasian akan terpecahkan dan terselesaikan, adanya strategi adaptasi untuk masa yang akan datang.
Adapun aktor pengembangan organisasi adalah deisebut dengan agen perubahan atau konsultan OD. Menurut Syamsir, (2016:149) agen perubahan bekerja mendiaknosa masalah masalah yang spesifik, memberikan umpan balik kepada para anggota organisasi serta membantu mereka dalam mengembangkan strategi dan intervensi guna perbaikan secara keseluruhan. 
Dengan adanya pengembangan organisasi, maka patologi organisasi yang bersumber dari perilaku organisasi akan tersehatkan, sehingga organisasi akan berjalan dengan lancer dan dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

c.    Pemberian Motivasi
Pemberian motivasi adalah kegiatan memberikan motivasi kepada anggota organisasi oleh pihak manajerial. Motivasi menurut Robbins dalam Badeni (2014:77) adalah kemauan untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. Sedangkan menurut Citra, dkk (2016:3)  motivasi adalah sebuah dorongan baik itu dari dalam maupun dari luar yang memepengaruhi seseorang untuk berbuat sesuatu. 
Jadi dapat dipahami bahwa dengan adanya pemberian motivasi oleh pihak manajerial kepada anggota organisasi maka anggota organisasi akan termotivasi untuk untuk bekerja lebih baik sehingga patologi organisasi seperti buruknya kinerja anggota organisasi akan tersehatkan, dengan begitu apabila patologi dalam organisasi tersehatkan maka tujuan organisasi akan tercapai.

d.   Peningkatan Pengawasan
Pengawasan menurut Syamsir, (2016:97) adalah salah satu fungsi manajemen untuk menjamin keputusan, perencanaan, dan pelaksanaan program sesuia dengan tujuan yang diharapkan atau tidak.  Karena banyaknya patologi yang menyerang organisasi yang berkaitan dengan pengawasan seperti anggota organisasi yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan, maka penyehatannya adalah dengan cara meningkatkan pengawasan, karena dengan adanya pengawasan yang ekstra maka anggota organisasi akan mematuhi aturan dan akan disiplin sehingga tujuan organisasi dapat dicapai seefektif mungkin. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan pengawasan menurut Andri, (2015:3) adalah dengan melakukan empat macam pengawasan, yaitu :
a.    Pengawasan dari Dalam
Pengawasan dari dalam adalah pengawasan yang dilakukan oleh atasan atau unit pengawasan di bentuk oleh organisasi itu sendiri. Pengawasan dari dalam dapat langsung dilakukan oleh atasan terhadap kinerja anggota yang ada dalam organisasi.
b.    Pengawasan dari Luar
Pengawasan dari luar adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang-orang atau unit pengawasan dari luar organisasi. Pengawasan ini dilakukan oleh pihak eksternal organisasi yang memang berhak melakukan pengawasan. Adapun contohnya adalah BPK yang melakukan pengawasan terhadap seluruh departemen yangaada di lingkungan negara Indonesia.
c.    Pengawasan Formal
Pengawasan formal adalah pengawasan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang diberi wewenang untuk melakukan pengawasan secara internal dan eksternal. Dalam melakukan pengawasan pengawas formal akan melaporkan hasil pengawasannya serta memberikan saran-saran perbaikan dan penyempurnaannya.
d.   Pengawasan Informal
Pengawasan informal  adalah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung dan nantinya apabila masyarakat melihat adanya kesalahan yang dilakukan anggota organisasi, maka masyarakat dapat melaporkannya pada pihak manajerial.
Dengan dilakukannya empat macam pengawasan tersebut, maka patologi organisasi seperti penurunan kinerja organisasi dapat disehatkan, sehingga setelah dilakukannya empat pengawasan tersebut maka organisasi kedepannya akan mengalami peningkatan kinerja sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien.
e.    Pelatihan Sumber Daya Manusia Organisasi
Pelatihan sumber daya organisasi adalah upaya penyehatan organisasi dari patologi organisasi seperti kurang kompeten dan kurangnya pengetahuan dan keterampilan anggota organisasi. Pelatihan menurut Bangun dalam Trawardani, dkk (2015:2) adalah proses untuk mempertahankan atau memperbaiki keterampilan karyawan untuk menghasilkann pekerjaan yang efektif.
Adapun tujuan di adakannya pelatihan sumber daya manusia organisasi menurut Nitisemitro (2000) dalam Dhita, dkk (2012:5) adalah menambah pengetahuan, keterampilan dan merubah sikap anggota organisasi ke arah yang lebih baik agar dapat menjamin penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang berdaya guna dan berhasil guna.
Jadi dapat dipahami bahwa pelatihan berguna untuk meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dan membantu meningkatkan efektifitas serta produktifitas dalam perusahaan. Dengan dilakukannya pelatihan pada anggota organisasi maka intelektual, keterampilan dan kompetensi anggota organisasi akan meningkat. Sehingga patologi organisasi seperti kurang cakap dan kompetennya anggota organisasi dalam melaksanakan tugas akan tersehatkan.

  
DAFTAR PUSTAKA

Andri, Eko Saputra. 2015. Peranan Pengawasan dalam Meningkatkan Efektifitas Kerja Karyawan pada PT. Kereta Api. Jurnal Media Wahana Elektronika Vol. 12 No. 1 : Universitas PGRI Palembang (http://download.portal.garuda.article).
Badeni. 2014. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Bandung : Alfabeta.
Bramantyo. 2004. Restruksirisasi Perusahaan Berbasis Nilai. Jakarta : PPM.
Citra, Dwi Jatiningrum dkk. 2016. Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi dan Kemampuan terhadap Kinerja (Studi pada Karyawan dan Agen PT. Asuransi Jiwasraya Branch Office Malang). Jurnal Administrasi Publik. Vol.39. No.1: Universitas Brawijaya (http://download.portal.garuda.article).
Dewi, Sartika. 2014. Analisis Kebijakan Penyehatan Perusahaan Daerah Pergudangan Dan Aneka Usaha (Pd Pau) Kota Samarinda. Jurnal Widyariset, Vol 17. No 1 : Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Samarinda.
Dhita, Ayu Meithaningrum, dkk. 2012. Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ( Studi pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Publik. Vol.1 No. 3 : Universitas Brawijaya (http://download.portal.garuda.article).
Fikri, Firmansyah Farid, dkk. 2015. Gambaran Restrukturusasi Organisasi : Studi pada PT. Telekomunikasi, Tbk. Witel Malang tentan Bentuk, Jenis, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat restrukturisasi dan desain struktur organisasi. Jurnal Administrasi Bisnis Vol 1 No. 2: Universitas Brawijaya. (http://download.portal.garuda.article).
Syamsir, Torang. 2016. Organisasi dan Manajemen (Perilaku, Struktur, Budaya & Perubahan Organisasi). Bandung : Alfabeta.
Trawardani, Isa Bharoka, dkk. 2015. Pengaruh Pelatihan Terhadap Kemampuan Kerja yang Berdampak pada Kinerja Karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 29 No.1 : Universitas Brawijaya (hhtp://download.portal.garuda.article).
Winardi. 2017. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.



No comments:

Post a Comment