Review
Buku : Lingkungan Hidup dan Kapitalisme Sebuah Pengantar
(Fred
Magdoff dan John Bellamy Foster)
Buku
lingkungan hidup dan kapitalisme sebuah pengantar merupakan buku karya Fred
Magdoff dan John Bellamy Foster. Fred Magdoff merupakan professor ilmu tanah,
tumbuhan dan pangan di Universitas Vermont serta direktur Monthly Review
Foundation dan John Bellamy Foster adalah professor sosiologi di Universitas
Oregon. Oleh karena latar belakang penulis buku ini mengarah pada ranah
lingkungan dan sosial, maka buku lingkungan hidup dan kapitalisme sebuah
pengantar ini berisi tentang buruknya pengaruh kapitalisme terhadap lingkungan.
Paham
kapitalis yang berorientasi pada laba untuk meningkatkan modal (capital)
menyebabkan merebaknya bisnis berskala besar dan manufaktur. Kegiatan bisnis
berskala besar dan manufaktur menyebabkan timbulnya kerusakan lingkungan.
Semakin banyak kegiatan bisnis berskala besar dan manufaktur maka akan semakin
tinggi tingkat perolehan laba untuk pemupukan modal (capital) dan sebaliknya
akan semakin merusak lingkungan. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi pada kapitalisme
akan berbanding terbalik dengan keberlangsungan lingkungan.
Semakin
tingginya tingkat ambisi untuk perolehan laba pada paham kapitalis akan
mengakibatkan kerusakan lingkungan. Adapun pengaruh buruk pertumbuhan ekonomi
kapitalis terhadap keberlangsungan lingkungan pada buku Lingkungan Hidup dan
Kapitalisme Sebuah Pengantar adalah terjadinya perubahan iklim, pemanasan air
laut, penipisan ozon di stratosfer, batas aliran biogeokimia (siklus nitrogen
dan fosfor), penggunaan air bersih global, perubahan pemanfaatan lahan,
hilangnya keanekaragaman hayati, pelepasan aerosol ke atmosfer dan polusi kimia
(Magdoff dan Foster, 2018 : 7).
Pada
buku lingkungan hidup dan kapitalisme, yang menyumbang kerusakan lingkungan di
planet bumi ini adalah kalangan kaya, sedangkan kalangan miskin jauh lebih baik
dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Meski demikian, yang lebih mengalami
kerugian adalah kaum miskin. Kaum miskin tidak mendapat penghasilan yang besar,
tidak merusak lingkungan namun merasakan kerusakan lingkungan yang diakibatkan
oleh kaum kaya. Oleh karena itu, Amerika Serikat merupakan penyumbang kerusakan
lingkungan yang terbesar di dunia. Amerika Serikat merupakan Negara yang kental
akan paham kapitalis sehingga mempunyai banyak bisnis berskala besar dan
manufaktur. Bisnis berskala besar dan manufaktur tersebutlah yang banyak
menyumbangkan kesusakan lingkungan, seperti kilang minyak British Petroleum
American Oil Company yang merupakan kilang minyak milik Inggris yang telah
bergabung dnegan kilang minyak Amerika Serikat. Kilang minyak ini banyak merusak
lingkungan seperti terjadinya tumpahan dari pipa minyak di Alaska pada tahun
2006, ledakan kilang minyak di Texas yang mengakibatkan 15 orang meninggal dan
mencederai 170 lainnya pada tahun 2005, pelepasan polutan dalam jumlah besar
(Magdoff dan Foster, 2018: 82). Kemudian pada tahun 2010, kilang minyak BP
Amoco ini mengalami tumpahan minyak. Tumpahan minyak tersebut terjadi di teluk
Meksiko dan mengakibatkan 11 orang meninggal dan teluk beserta rawa rusak
parah. Selain itu, tambang batu bara Amerika serikat juga merupakan bisnis
berskala besar yang merusak lingkungan, contohnya saja pada terjadinya
pemotongan pucuk gunung Kentucky demi menjangku batu bara.
Meski
di Amerika serikat tata kelola pemerintahannya terlihat bagus, namun tak mampu
menyelesaikan isu-isu lingkungan. Hal itu terjadi karena banyak birokrat dan
para pengambil kebijakan terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan lingkungan
di Amerika serikat berpihak pada pengusaha atau pebisnis. Birokrat dan
pengambil kebijakan seolah berlaku sebagai wirausahawan politik atau mitra dari
wirausahawan ekonomi. Kebijakan yang
dikeluarkan selalu berpihak pada bisnis berskala besar dan manufaktur, adanya
pemberian kontrak-kontrak yang menguntungkan bisnis berskala besar dan
manufaktur, dan meringankan sanksi hukum dan regulasi yang sejatinya keras.
Kendati
demikian, sudah banyak solusi yang dikeluarkan guna mengatasi kerusakan
lingkungan akibat system ekonomi kapitalisme. Adapun solusi tersebut seperti
adanya moralitas kapitalisme hijau, penghematan energy dengan penggunaan
teknologi berenergi rendah, mengurangi kerugian dan penggunaan material yang
lebih sedikit seperti menggantikan pemakaian bahan bakar yang berasal dari minyak
bumi dengan ethanol cair dan biodiesel hasil olahan tanaman perkebunan, program
batu bara yang lebih bersih, penggunaan teknologi rendah seperti merotasikan
tanaman guna meningkatkan bahan organic tanah, pembatasan perdagangan izin dan
skema-skema pasar lainnya. Namun menurut penulis, solusi ini masih belum mampu
mengenai inti persoalan isu lingkungan tersebut. Karena hanya akan menghasilkan
kerusakan lingkungan baru bahkan hanya sebagai dalih untuk lagi-lagi memperoleh
peningkatan laba korporasi.
Oleh
karena itu penulis buku Lingkungan Hidup dan Kapitalisme Sebuah Pengantar
mengemukan solusi atas dampak kapitalisme terhadap lingkungan. Adapun solusi
tersebut seperti perlu dilakukannya pembangunan manusia yang berkelanjutan,
pelaksanaan revolusi ekologis dan merencanakan masyarakat baru. Perlu
dilakukannya penggantian kapitalisme dengan tatanan social yang berbasis
perekomonian yang tidak membaktikan diri untuk memaksimalkan keuntungan privat
dan mengakumulasi capital yang lebih besar (Sweezy dalam Magdoff dan Foster,
2018:145). Hal tersebut dapat diimplementasikan seperti adanya program
pengenaan pajak pada karbon, menyuruh Amerika serikat agar berperan serta
dengan bangsa-bangsa dunia lainnya untuk menyusun consensus global pengurangan
drastic emisi karbon, menganjurkan Negara kaya untuk mendukung penyusutan dan
konvergensi emisi karbon, mengakhiri eksploitasi sumber daya alam, pemanfaatan
energy seefektif dan seefisien mungkin, menyediakan kebutuhan energy dunia
dengan tenaga angin, air dan cahaya matahari, penyedian sarana alat transportasi
umum ramah lingkungan, membentuk lembaga perlindungan lingkungan hidup,
menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan, dan sebagainya.
Buku
Lingkungan Hidup dan Kapitalisme Sebuah Pengantar ini bagus untuk para aktivis
lingkungan dan para pengambil kebijakan ekonomi dan lingkungan. Hal itu karena
pada buku ini terdapat kajian mengenai kapitalisme dan pengaruhnya terhadap
lingkungan. Data-data yang disajikan dalam buku ini sangat akurat serta buku
ini secara rinci membongkar paradigma atau perspektif manusia mengenai tidak
perlunya perubahan perekonomian kapitalis demi menyelesaikan masalah
lingkungan. Selain itu, isi buku ini sangat sistematis karena tersusun dari isu
lingkungan hidup, penyebab isu tersebut, akibat dari isu tersebut, realita yang
terjadi di dunia mengenai isu-isu tersebut, solusi yang telah ada untuk
menyelesaikan isu lingkungan, kritik penulis tentang solusi yang telah ada,
kemudian terakhir solusi yang ditawarkan oleh penulis untuk persoalan
lingkungan.
Namun
solusi-solusi yang ditawarkan oleh penulis dalam buku ini belum sepenuhnya
dapat mengatasi persoalan lingkungan hidup akibat kapitalisme. Hal tersebut
seperti solusi adanya pemungutan pajak karbon. Pemungutan pajak karbon tidak
dapat sepenuhnya mengatasi persoalan lingkungan, karena meski dipungut pajak
dan hasil pungutan pajak tersebut dialokasikan kepada kaum miskin, tidak akan
mengurangi kegiatan pasar karbon yang dapat merusak lingkungan. Karena semakin
membayar pajak, maka industry berskala besar dibidang karbon akan semakin
mengembangkan usahanya untuk meningkatkan laba meski terkena pajak. Selain itu
solusi yang melibatkan peran besar civil society juga kurang didapati pada buku
ini. Seharusnya gerakan lingkungan yang ditawarkan lebih berbasis civil
society. Karena gerakan lingkungan yang melibatkan civil society akan lebih
efektif sebab civil societylah yang lebih merasakan kerusakan lingkungan dan
lebih paham akan lingkungan. Mereka memiliki kekuatan itu karena mereka
memiliki jejaring yang bersifat global, sehingga para kapitalis dan Negara
harus berhitung untuk melakukan tindakan represif terhadap mereka (Yety, 2017).
Solusi
penulis seperti membuat Amerika serikat ikut dengan bangsa dunia lainnya dalam
menyusun consensus global pengurangan drastic emisi karbon dirasa juga kurang
efektif. Sebab jikalaupun Amerika serikat ikut serta dengan bangsa dunia
lainnya dalam merumuskan consensus tersebut, tentu Amerika Serikat akan
berusaha untuk menguatkan paham kapitalis mereka, dan consensus yang dihasilkan
juga lagi-lagi akan tidak efektif untuk
solusi persoalan lingkungan. Selain itu, pada consensus yang dibuat seharusnya
ada sanksi yang tegas terhadap Negara-negara yang melanggar isi dari consensus
tersebut, karena percuma saja apabila consensus dibuat hanya untuk mengalihan
isu dan tidak direalisasikan. Contohnya pada consensus Pariss Agreement yang
merupakan pencapaian tertinggi negosisasi satu decade terakhi dunia
internasional untuk pengaturan upaya penurunan emisi dan pengendalian perubahan
iklim (Ayatullah, 2017). Pada Pariss Agreement ini Amerika serikat ikut serta
dalam perumusan serta pengesahaannya dan berkomitmen untuk menjalankannya.
Namun pada Pemerintahan Donald Trump, Amerika serikat mangkir dari consensus
tersebut. Pada tanggal 1 Juni 2017, presiden Donald Trump resmi mengumumkan
untuk keluar dari kesepakatan Paris Agreement (Beryl, 2018). Hal ini tentu saja
tidak akan membuat persoalan lingkungan terselesaikan, Negara yang banyak
menyumbang kerusakan lingkungan saja tidak mau menyepakati dan ambil andil
dalam consensus perubahan lingkungan.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa buku Lingkungan Hidup dan Kapitalisme Sebuah Pengantar
bagus untuk dibaca dan dijadikan bahan referensi bagi aktivis lingkungan dan
para pengambil kebijakan ekonomi dan lingkungan. Namun solusi yang ditawarkan
oleh penulis hendaknya harus lebih mudah untuk direalisasikan dan benar-benar
dapat mengurangi permasalahan lingkungan hidup.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Ayatullah, Komeini. 2017. Diplomasi Tiongkok terhadap Amerika Serikat
dalam Paris Agreement Tahun 2015-2016. Jurnal OP FISIP Vol. 4 No. 2 :
Universitas Riau. (http://media.neliti.com).
Baryl, Rifqi Alhadi. 2018. Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald
Trump Keluar dari Paris Agreement (COP-21). Jurnal OP FISIP Vol. 5 No. 2 :
Universitas Riau (Http://media.neliti.com).
Magdoff, Fred dan John Bellamy Foster.
2018. Lingkungan Hidup dan Kapitalisme
Sebuah Pengantar (diterjemahkan oleh Piung Ginting). Jakarta : Marjin Kiri.
Yety, Rochwulaningsih. 2017. Dinamika gerakan Lingkungan dan Global
Environmental Governance. Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol. 2 No. 2 :
Universitas Diponegoro (Http://media.neliti.com).
No comments:
Post a Comment