SIP
BY PHONE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PEMBANGUNAN
Pembangunan sejatinya merupakan isu yang
sudah lama diperbincangkan. Sejak beberapa dekade terakhir, pembangunan banyak
diperbincangkan oleh berbagai kalangan baik dari politisi, cendikiawan, pejabat
pemerintah maupun masyarakat luas yang prihatin dan mempunyai kepentingan
terhadap perbaikan kehidupan pribadi, keluarga bahkan masyarakatnya. Pada
dasarnya, pembangunan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pemerintah
maupun segenap rakyat secara terencana dan berkelanjutan yang dilaksanakan
untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang dan
akan dihadapi, demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik atau
kesejahteraan serta terwujudnya modernitas di seluruh rakyat dari suatu bangsa.
Adapun aspek aspek yang menjadi sasaran dari pembangunan adalah mencukup
seluruh aspek atau tatanan yang terdapat dalam kehidupan rakyat seperti
ekonomi, kesehatan, sosial budaya, pendidikan, politik, hukum, keamanan dan
pertahanan dan aspek lainnya.
Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah
maupun segenap rakyat akan menimbulkan dampak pada lingkungan yang berada di
sekitar wilayah dilakukannya pembangunan tersebut. Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kehidupan
manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan tersebut terdiri
dari dua macam , yaitu lingkungan
biotik yang merupakan lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup
yang bergerak seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Dan lingkungan abiotik yang merupakan lingkungan yang terdiri
atas benda yang tidak hidup seperti tanah, air, api, dan udara.
Adapun dampak pembangunan terhadap lingkungan
adalah
1. Timbulnya Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah yang
dihasilkan oleh Industri
Pengolahan limbah industri yang buruk dapat menimbulkan
pencemaran lingkungan, baik itu pencemaran air, tanah, maupun udara. Akibatnya,
masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar akan ikut tercemar dan terserang
berbagai macam penyakit. Tak hanya masyarakat, hewan dan tumbuhan pun akan ikut
terpapar dampak buruk polusi tersebut.
2. Polusi Udara
Polusi udara ini ditimbulkan oleh asap pabrik industri.
Polusi ini akan menimbulkan pencemaran udara dan berbagai macam penyakit yang
dapat menjangkiti manusia seperti penyakit asma, TBC, dan lain sebagainya.
Tidak hanya manusia, hewan-hewan dan tumbuhan yang terkena polusi juga akan
mengalami risiko kematian yang cukup tinggi.
3. Menimbulkan Berbagai Macam
Penyakit
Pencemaran-pencemaran yang terjadi akibat limbah industri
akan menimbulkan sejumlah penyakit. TBC, asma, hingga penyakit kanker adalah
penyakit-penyakit yang berpotensi diidap oleh masyarakat akibat pencemaran
limbah industri. Tidak jarang penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan
kematian bagi penderitanya. Bila tidak ditangani, tingkat kematian masyarakat
akan tingggi dan akan mengurangi jumlah tenaga kerja.
4. Rusaknya Alam
Proses pembangunan memerlukan banyak lahan yang
dibutuhkan. Tak jarang, lahan-lahan di perhutanan dan perbukitan pun digunakan
untuk pembangunan. Akibatnya, alam di sekitar hutan dan perbukitan pun menjadi
rusak, serta dapat memantik berbagai bencana alam yang merugikan masyarakat
sendiri. Gempa, kebakaran hutan, dan erosi adalah bencana alam yang dapat
ditimbulkan oleh kerusakan alam tersebut.
5. Daerah Resapan Air Berkurang
Tidak hanya menimbulkan bencana, pembangunan yang
dilakukan di hutan dan perbukitan akan mengurangi daerah resapan air. Sebab,
keduanya adalah daerah resapan air yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak.
Bila daerah ini tandus atau rusak, maka air–dalam hal ini air hujan–tidak akan
bisa ditampung dalam jumlah banyak dan akan menimbulkan banjir. (Nurma dan
Iwan, 2014: 9).
6. Lahan Pertanian Berkurang
Tak hanya di hutan atau pun perbukitan, lahan pertanian
pun tidak jarang dijadikan obyek pembangunan, seharusnya, pembangunan mampu
membantu sektor pertanian, bukan malah mengurangi lahan pertanian, karena bila
lahan pertanian seperti sawah berkurang, maka ketersedian beras pun akan
berkurang (Puspita, dkk 2014:2). Hal ini tentu akan merugikan masyarakat dan
negara. Tak hanya itu, para petani pun akan kehilangan pekerjaannya. Bila
dipaksakan untuk beralih profesi, tentu akan memakan waktu lama. Belum lagi
jika ternyata para petani tidak siap atau enggan berganti profesi.
7. Lahan Terbuka Hijau Berubah
Menjadi Lahan Tertutup
Lahan terbuka hijau turut menjadi korban pembangunan.
Akibatnya, lahan yang mestinya terbuka bagi semua orang kini malah menjadi
milik perseorangan. Hal ini tentu akan mengurangi wilayah-wilayah untuk publik
dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan lahan terbuka hijau. Padahal, lahan
terbuka sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab, lahan tersebut bisa digunakan
masyarakat untuk bersosialisasi atau pun rekreasi. Anak-anak juga diuntungkan
dengan adanya lahan terbuka hijau. Sebab, mereka mempunyai tempat terbuka yang
cocok untuk bermain.
Guna mengurangi dampak
buruk dari pembangunan terhadap lingkungan, maka dibutuhkan suatu sulosi.
Adapun solusinya adalah dengan membuat sebuah kebijakan pembangunan
berkelanjutan berbasis teknologi. Kebijakan pembangunan berkelanjutan berbasis
teknologi adalah kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan lingkungan, dengan
tujuan agar lingkungan terjaga dan tidak punah dan habis untuk masa yang akan
datang dengan memanfaatkan teknologi. Adapun bentuk program dari kebijakan pembangunan
berkelanjutan berbasis teknologi adalah pelaksanaan pembangunan dengan memanfaatkan
system informasi pembangunan berbasis hanphone (Sip By Phone).
SIP by Phone adalah upaya
pembangunan dengan mempertimbangkan system informasi pembangunan yang berada
pada handphone. Adapun pelaksanaannya adalah dengan membuat aplikasi pada
handphone yang berisi system informasi pembangunan. Aplikasi system informasi
pembangunan mempunyai dua fungsi, yaitu dapat memberikan atau menyediakan data
seputar pembangunan, kelayakan lahan untuk dibangun, fungsi lahan yang sesuai
dengan pembangunan dan pertimbangan lingkungan di area pembangunan. Selain itu
system informasi pembangunan juga mempunyai fungsi menginput dan memproses data
seputar fungsi lahan, dan penilaian kelayakan permukaan tanah untuk dibangun.
Adapun mekanismenya adalah dengan cara mensensor permukaan tanah melalui kamera
handphone yang ada di aplikasi SIP tersebut, kemudian akan keluar fungsi lahan
yang disensor dan kandungan permukaan tanah serta kelayakan tanah dibangun.
Dengan adanya aplikasi SIP
by phone, maka pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta ataupun
masyarakat dapat menyesuaikan dengan fungsi lahan, sehingga kasus seputar alih
fungsi lahan tidak akan terjadi, area pertanian dan perkebunan tidak akan
dibangun perusahaan industry, hutan lindung tidak akan dimusnahkan untuk
membangun area perkantoran. Sehingga dengan penerapan pembangunan berbasis
system informasi pembangunan, maka lingkungan akan terjaga dan tetap
telestarikan untuk masa depan.
Sumber :
Nurma, Kumala Dewi dan Iwan Rudiarto. 2014. Pengaruh Pembangunan terhadap Kondisi
Lingkungan Wilayah Peri-Urban Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan
Kota Vol.10 No. 2 : Universitas Diponegoro.
Puspita. 2014. Dampak
Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Variabel Ekonomi Lain terhadap Luas Lahan
Sawah di Koridor Ekonomi Jawa. Jurnal Agribisnis Indonesia Vol 2 No 1: Institut
Pertanian Bogor.
thank's
ReplyDelete