Tuesday, March 19, 2019

Essay Administrasi Pembangunan


SIP BY PHONE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PEMBANGUNAN

Pembangunan sejatinya merupakan isu yang sudah lama diperbincangkan. Sejak beberapa dekade terakhir, pembangunan banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan baik dari politisi, cendikiawan, pejabat pemerintah maupun masyarakat luas yang prihatin dan mempunyai kepentingan terhadap perbaikan kehidupan pribadi, keluarga bahkan masyarakatnya. Pada dasarnya, pembangunan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pemerintah maupun segenap rakyat secara terencana dan berkelanjutan yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang dan akan dihadapi, demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik atau kesejahteraan serta terwujudnya modernitas di seluruh rakyat dari suatu bangsa. Adapun aspek aspek yang menjadi sasaran dari pembangunan adalah mencukup seluruh aspek atau tatanan yang terdapat dalam kehidupan rakyat seperti ekonomi, kesehatan, sosial budaya, pendidikan, politik, hukum, keamanan dan pertahanan dan aspek lainnya.
Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah maupun segenap rakyat akan menimbulkan dampak pada lingkungan yang berada di sekitar wilayah dilakukannya pembangunan tersebut. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan tersebut terdiri dari dua macam , yaitu lingkungan biotik yang merupakan lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup yang bergerak seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Dan lingkungan abiotik yang merupakan lingkungan yang terdiri atas benda yang tidak hidup seperti tanah, air, api, dan udara.
Adapun dampak pembangunan terhadap lingkungan adalah
1. Timbulnya  Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah yang dihasilkan oleh Industri
Pengolahan limbah industri yang buruk dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, baik itu pencemaran air, tanah, maupun udara. Akibatnya, masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar akan ikut tercemar dan terserang berbagai macam penyakit. Tak hanya masyarakat, hewan dan tumbuhan pun akan ikut terpapar dampak buruk polusi tersebut.
2. Polusi Udara
Polusi udara ini ditimbulkan oleh asap pabrik industri. Polusi ini akan menimbulkan pencemaran udara dan berbagai macam penyakit yang dapat menjangkiti manusia seperti penyakit asma, TBC, dan lain sebagainya. Tidak hanya manusia, hewan-hewan dan tumbuhan yang terkena polusi juga akan mengalami risiko kematian yang cukup tinggi.
3. Menimbulkan Berbagai Macam Penyakit
Pencemaran-pencemaran yang terjadi akibat limbah industri akan menimbulkan sejumlah penyakit. TBC, asma, hingga penyakit kanker adalah penyakit-penyakit yang berpotensi diidap oleh masyarakat akibat pencemaran limbah industri. Tidak jarang penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan kematian bagi penderitanya. Bila tidak ditangani, tingkat kematian masyarakat akan tingggi dan akan mengurangi jumlah tenaga kerja.
4. Rusaknya Alam
Proses pembangunan memerlukan banyak lahan yang dibutuhkan. Tak jarang, lahan-lahan di perhutanan dan perbukitan pun digunakan untuk pembangunan. Akibatnya, alam di sekitar hutan dan perbukitan pun menjadi rusak, serta dapat memantik berbagai bencana alam yang merugikan masyarakat sendiri. Gempa, kebakaran hutan, dan erosi  adalah bencana alam yang dapat ditimbulkan oleh kerusakan alam tersebut.
5. Daerah Resapan Air Berkurang
Tidak hanya menimbulkan bencana, pembangunan yang dilakukan di hutan dan perbukitan akan mengurangi daerah resapan air. Sebab, keduanya adalah daerah resapan air yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Bila daerah ini tandus atau rusak, maka air–dalam hal ini air hujan–tidak akan bisa ditampung dalam jumlah banyak dan akan menimbulkan banjir. (Nurma dan Iwan, 2014: 9).
6. Lahan Pertanian Berkurang
Tak hanya di hutan atau pun perbukitan, lahan pertanian pun tidak jarang dijadikan obyek pembangunan, seharusnya, pembangunan mampu membantu sektor pertanian, bukan malah mengurangi lahan pertanian, karena bila lahan pertanian seperti sawah berkurang, maka ketersedian beras pun akan berkurang (Puspita, dkk 2014:2). Hal ini tentu akan merugikan masyarakat dan negara. Tak hanya itu, para petani pun akan kehilangan pekerjaannya. Bila dipaksakan untuk beralih profesi, tentu akan memakan waktu lama. Belum lagi jika ternyata para petani tidak siap atau enggan berganti profesi.
7. Lahan Terbuka Hijau Berubah Menjadi Lahan Tertutup
Lahan terbuka hijau turut menjadi korban pembangunan. Akibatnya, lahan yang mestinya terbuka bagi semua orang kini malah menjadi milik perseorangan. Hal ini tentu akan mengurangi wilayah-wilayah untuk publik dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan lahan terbuka hijau. Padahal, lahan terbuka sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab, lahan tersebut bisa digunakan masyarakat untuk bersosialisasi atau pun rekreasi. Anak-anak juga diuntungkan dengan adanya lahan terbuka hijau. Sebab, mereka mempunyai tempat terbuka yang cocok untuk bermain.
Guna mengurangi dampak buruk dari pembangunan terhadap lingkungan, maka dibutuhkan suatu sulosi. Adapun solusinya adalah dengan membuat sebuah kebijakan pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi. Kebijakan pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi adalah kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan lingkungan, dengan tujuan agar lingkungan terjaga dan tidak punah dan habis untuk masa yang akan datang dengan memanfaatkan teknologi. Adapun bentuk program dari kebijakan pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi adalah pelaksanaan pembangunan dengan memanfaatkan system informasi pembangunan berbasis hanphone (Sip By Phone).
SIP by Phone adalah upaya pembangunan dengan mempertimbangkan system informasi pembangunan yang berada pada handphone. Adapun pelaksanaannya adalah dengan membuat aplikasi pada handphone yang berisi system informasi pembangunan. Aplikasi system informasi pembangunan mempunyai dua fungsi, yaitu dapat memberikan atau menyediakan data seputar pembangunan, kelayakan lahan untuk dibangun, fungsi lahan yang sesuai dengan pembangunan dan pertimbangan lingkungan di area pembangunan. Selain itu system informasi pembangunan juga mempunyai fungsi menginput dan memproses data seputar fungsi lahan, dan penilaian kelayakan permukaan tanah untuk dibangun. Adapun mekanismenya adalah dengan cara mensensor permukaan tanah melalui kamera handphone yang ada di aplikasi SIP tersebut, kemudian akan keluar fungsi lahan yang disensor dan kandungan permukaan tanah serta kelayakan tanah dibangun.
Dengan adanya aplikasi SIP by phone, maka pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta ataupun masyarakat dapat menyesuaikan dengan fungsi lahan, sehingga kasus seputar alih fungsi lahan tidak akan terjadi, area pertanian dan perkebunan tidak akan dibangun perusahaan industry, hutan lindung tidak akan dimusnahkan untuk membangun area perkantoran. Sehingga dengan penerapan pembangunan berbasis system informasi pembangunan, maka lingkungan akan terjaga dan tetap telestarikan untuk masa depan.

Sumber :
Nurma, Kumala Dewi dan Iwan Rudiarto. 2014. Pengaruh Pembangunan terhadap Kondisi Lingkungan Wilayah Peri-Urban Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol.10 No. 2 : Universitas Diponegoro.
Puspita. 2014. Dampak Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Variabel Ekonomi Lain terhadap Luas Lahan Sawah di Koridor Ekonomi Jawa. Jurnal Agribisnis Indonesia Vol 2 No 1: Institut Pertanian Bogor.

1 comment: